Minggu, 07 September 2014

Pangeran Bintang *11



Akhir-akhir ini kepalaku setiap siang begitu pusing karena cuaca siangnya sangat panas. Tempat ini begitu berbeda dengan tempat yang pernah aku tinggali sebelumnya disini begitu panas, pohon juga tidak terlalu ada dan udarapun tidak begitu sejuk. Padahal ini hampir menginjak sore tapi masih begitu panas. Hehm harus selalu sabar dan bersyukur.
 
Siang ini aku begitu mengingatmu, entah apa yang terjadi aku merindukanmu kembali. Bagaimana aku bisa menahan rasa rindu ini. Ya Alloh.. jika rasa rindu ini berwujud, mungkin wujud rinduku melebihi tinggi gunung dan seperti aliran air yang mengalir menuju muaranya seperti halnya rinduku yang ingin bermuara dihatinya. Sungguh aku rindu dia.

Apakabar hati?

Aku tidak mengerti perasaan ini. Mungkin seharusnya aku menyerah dengan keadaan ini, atau bahkan seharusnya aku mundur dan pergi saja dengan perasaan ini. Aku sudah berusaha untuk menghilangkan rasa ini. Tapi aku sungguh tidak bisa. Kenapa aku meyakini bahwa kelak kau berada disisiku. Ya Robb.. tata hati ini. Lindungi perasaan ini agar tidak mengumbar rindu yang berlebihan. Perasaan ini adalah anugerahMu tapi bisakah aku mengartikan setiap kepingan rindu ini. Jika rindu ini sungguh berbalas, jika cinta ini bermuara padanya mungkin aku adalah orang yang paling bahagia didunia ini. Pengharapan yang terlalu tinggi membuatku semakin terjatuh jika kelak tidak terwujud. Ya biarlah terjatuh paling tidak aku bisa merasakan sakit dan itulah nikmatnya hidup.

Kau ingat chapter sebelumnya, bahwa aku ingin menjauh darimu. aku merasa kau sudah mempunyai pilihan hatimu sendiri. Aku ingin merasakan sakit hati sehingga aku benar-benar harus menjauh darimu dan melupakanmu. Tapi lagi-lagi hati ini kembali padamu. Aku merasakan rindu, rindu dan rindu. Aku berharap sekali kau mengucap didinding maya. Hanya sekali itu membuatku lega atau bahkan cukup kau hadir dan memberikan tanda-tanda bahwa kamu masih ada. Bahwa bila kau bersama orang lainpun tidak merubah hatiku, sebelum kau mengatakan sendiri atau kau sudah menikah dengan orang lain. Sebenarnya aku ingin memanggil namamu disini, tapi aku harus menahannya agar kau tidak malu karena ada orang yang begitu merindukanmu. Orang yang begitu kecil mungkin dimatamu dan tidak sebanding dirimu dan teman-temanmu. Aku harus mengerti itu, aku harus memahami itu.

Berikan aku jawaban atas semua rasa ini Ya Robb.. Jika aku memang tidak pantas untuknya jangan kau biarkan rasa ini mengembang dan terus menjalar disetiap tubuhku dan hariku. Biarkan aku bisa merasakan rindu untuk orang lain agar aku bisa melupakannya.

Jika kau tahu, aku begitu merindukanmu mungkin aku sangatlah malu.. dan jika aku tahu kau juga merindukanku, begitu bahagianya diriku. Tapi terkadang hatiku lebih suka ketika kau tidak menyadari bahwa aku begitu merindukanmu. Biarkan Alloh yang mempertemukan kita dengan isyarat yang begitu tak terduga.

Untukmu yang kurindu, untukmu yang selalu kubisikkan cinta dipuncak doa.




Semarang, 250814
02:28 pm

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

eits jangan lupa ya komentarnya
*Green Star*