Akhir-akhir
ini kepalaku setiap siang begitu pusing karena cuaca siangnya sangat panas.
Tempat ini begitu berbeda dengan tempat yang pernah aku tinggali sebelumnya disini
begitu panas, pohon juga tidak terlalu ada dan udarapun tidak begitu sejuk.
Padahal ini hampir menginjak sore tapi masih begitu panas. Hehm harus selalu
sabar dan bersyukur.
Siang
ini aku begitu mengingatmu, entah apa yang terjadi aku merindukanmu kembali.
Bagaimana aku bisa menahan rasa rindu ini. Ya Alloh.. jika rasa rindu ini
berwujud, mungkin wujud rinduku melebihi tinggi gunung dan seperti aliran air
yang mengalir menuju muaranya seperti halnya rinduku yang ingin bermuara
dihatinya. Sungguh aku rindu dia.
Apakabar
hati?
Aku
tidak mengerti perasaan ini. Mungkin seharusnya aku menyerah dengan keadaan
ini, atau bahkan seharusnya aku mundur dan pergi saja dengan perasaan ini. Aku
sudah berusaha untuk menghilangkan rasa ini. Tapi aku sungguh tidak bisa.
Kenapa aku meyakini bahwa kelak kau berada disisiku. Ya Robb.. tata hati ini.
Lindungi perasaan ini agar tidak mengumbar rindu yang berlebihan. Perasaan ini
adalah anugerahMu tapi bisakah aku mengartikan setiap kepingan rindu ini. Jika
rindu ini sungguh berbalas, jika cinta ini bermuara padanya mungkin aku adalah
orang yang paling bahagia didunia ini. Pengharapan yang terlalu tinggi
membuatku semakin terjatuh jika kelak tidak terwujud. Ya biarlah terjatuh
paling tidak aku bisa merasakan sakit dan itulah nikmatnya hidup.
Kau
ingat chapter sebelumnya, bahwa aku ingin menjauh darimu. aku merasa kau sudah
mempunyai pilihan hatimu sendiri. Aku ingin merasakan sakit hati sehingga aku
benar-benar harus menjauh darimu dan melupakanmu. Tapi lagi-lagi hati ini
kembali padamu. Aku merasakan rindu, rindu dan rindu. Aku berharap sekali kau
mengucap didinding maya. Hanya sekali itu membuatku lega atau bahkan cukup kau
hadir dan memberikan tanda-tanda bahwa kamu masih ada. Bahwa bila kau bersama
orang lainpun tidak merubah hatiku, sebelum kau mengatakan sendiri atau kau
sudah menikah dengan orang lain. Sebenarnya aku ingin memanggil namamu disini,
tapi aku harus menahannya agar kau tidak malu karena ada orang yang begitu
merindukanmu. Orang yang begitu kecil mungkin dimatamu dan tidak sebanding
dirimu dan teman-temanmu. Aku harus mengerti itu, aku harus memahami itu.
Berikan
aku jawaban atas semua rasa ini Ya Robb.. Jika aku memang tidak pantas untuknya
jangan kau biarkan rasa ini mengembang dan terus menjalar disetiap tubuhku dan
hariku. Biarkan aku bisa merasakan rindu untuk orang lain agar aku bisa
melupakannya.
Jika
kau tahu, aku begitu merindukanmu mungkin aku sangatlah malu.. dan jika aku
tahu kau juga merindukanku, begitu bahagianya diriku. Tapi terkadang hatiku
lebih suka ketika kau tidak menyadari bahwa aku begitu merindukanmu. Biarkan Alloh
yang mempertemukan kita dengan isyarat yang begitu tak terduga.
Untukmu
yang kurindu, untukmu yang selalu kubisikkan cinta dipuncak doa.
Semarang,
250814
02:28
pm

Tidak ada komentar:
Posting Komentar
eits jangan lupa ya komentarnya
*Green Star*