Untuk pertama kali yang aku harus tulis kembali dari jeda panjang ini adalah mohon maap lahir dan batin atas semua kesalahanku. Selamat hari raya Idul Fitri 1435 H. Tidak terlambatkan jika harus kuucapkan sekarang. Aku berharap tidak ada yang menyalahkan tulisan ini jika baru sekarang aku mengucapkan.
Bulan
ini sungguh istimewa, masih dalam suasana lebaran dan juga akan menyambut hari
ulang tahun Pramuka dan hari ulang tahun RI. Sungguh indah bukan!! Mungkin
karena akau takut jika hal kedepan aku tidak bisa menulis dalam jangka pendek,
jadi aku harus mengucapkan selamat HUT Pramuka dan HUT RI.
Hari
ini dan lebih tepatnya malam ini aku ingin banyak menulis tentang aku dan kamu.
Hal pertama yang ingin aku bahas adalah tentang aku pada bulan ini pada hari
ini pada rasa ini dan pada hati ini. Selanjutnya tentang kamu, kabar kamu
tentang harimu, perasaanmu, hatimu dan antara aku dan kamu.
Bulan
ini adalah bulan yang aku tunggu, bulan yang sangat aku tunggu karena kau tahu
bulan ini adalah awal perkelanaanku kembali. Iya aku kembali berkelana mencari
segudang ilmu aku ingin berjihad, berjihad yang sama artinya dengan mencari
ilmu. Rasanya ada sedih dan bahagia. Dua rasa yang tidak akan pernah
terpisahkan, dua rasa yang dialami hujan dan cinta. Dua rasa yang mempunyai
makna seimbang. Dua rasa yang terjadi disetiap manusia.
Kesedihan
yang aku alami adalah ketika aku harus berpisah dengan orang-orang yang paling
berharga dalam hidupku. Orang-orang yang dengan sabar menemaniku, membimbingku
dan mengajariku banyak hal. Aku masih ingat ketika untuk pertama kalinya dalam
jangka yang panjang aku tinggal bersama mereka di rumah perdesaan itu adalah
waktu ketika aku selesai menyelesaikan masa studiku diluar kota. Rasanya
sungguh luar biasa yang mereka gunakan untuk memahamkan aku tentang hidup ini.
Hingga akhirnya aku bisa beradaptasi dengan semua keadaan disini. Iya aku mulai
merasa nyaman dan tenang. Tapi ketika rasa itu sudah kumiliki impian yang akan
aku lalui sudah digenggamanku. Dan aku harus pergi lagi dari mereka. Aku pergi
berkelana kembali mencari kepedihan yang berujung manis melebihi madu. Dengan
ridhonya sungguh aku direstui dan restunya adalah restu Ilahi Ya Robb.
Kesedihan itu hilang tatkala kebahagian muncul. Kebahagian yang aku dapat adalah
mendapatkan restu dari mereka, kebahagian mencari kepahitan didunia yang akan
berung manis, dan mendapatkan sesuatu yang baru ketika aku meninggalkan
orang-orang disekelilingku dan aku meyakini dalam perkelanaanku aku mendapatkan
gantinya yang akan menemaniku dan itu yang membuat bahagia.
Hati
ini sungguh begitu senang tapi aku tidak ingin terlena dalam senang. Begitu
banyak yang aku dapatkan hari-hari lalu. Menjadikan aku yang terbaik dan akan
selalu belajar untuk menjadi lebih baik. Sungguh ruang yang disediakan olehNya
begitu luar biasa. Rentang waktu yang hanya beberapa bulan tapi aku sungguh
mendapatkan pelajaran hidup yang begitu istimewa. Rasa syukur ini aku
hadiratkan kepadaNya yang telah memberikan isyarat dan menunjukkan sedikit demi
sedikit rasa yang tidak aku mengerti bahkan tidak aku terima menjadi sebuah
makna yang tersirat dan luar biasa. Ada rahasia dibalik semua kejadian yang
diberikan kepadaku dan aku harus menjadi lebih baik lagi. Dan juga semoga
Rosululloh memberikan syafaat kepada kita semua. Aaamiin
....
Chapter
10 ini aku tidak ingin memanggilmu dengan sebutan pangeran bintang. Aku ingin
memanggilmu dengan sebutan kamu atau kau. Iya dengan sebutan “kamu atau kau”.
Entah ini berlaku untuk hanya chapter ini atau beberapa chapter kedepannya atau
seterusnya. Entahlah yang pasti saat ini aku tidak ingin menyebutkan itu.
Apa
kabarmu? Aku berharap kamu selalu dalam lindunganNya, semoga selalu sehat.
Bagaimana keadaanmu sehari-hari? Apakah aktivitasmu lancar? Aku berharap semua
yang kamu lakukan diberikan kelancaran. Berharap disetiap harimu kau menjadi
lebih baik lagi dan mendapatkan sesuatu yang baru untuk kau pelajari. Berharap
harimu dilingkupi selalu kebahagian yang tiada tara. Bagaimana peraaanmu ketika
kau bisa merayakan hari lebaran ditanah kelahiranmu? Aku berharap kau selalu
senang dan bahagia. Begitu banyak doa indah yang aku panjatkan kepada dirimu
berharap kau selalu dilingkupi dengan rasa bahagia. Dan aku sebenarnya juga
masih berharap dalam setiap doaku selalu ada namamu yang aku sebut. Karena
rindu ini masih ada berharap hatimu untukku.
Dalam
waktu yang lama ketika aku belum kembali menulis kembali untukmu aku memikirkan
sesuatu. Berharap semuanya dalam keadaan baik antara hatiku dan hatimu.
Berharap hatimu bisa menerimaku dan hatiku meyakini penuh seperti lalu. Maapkan
aku, selang waktu yang lama ini aku mulai ingin menjauh darimu. Mungkin karena
aku sudah meyakini bahwa hatimu sudah memilki yang lain. Bahwa hatimu
mendapatkan sesorang yang terbaik untukmu. Hatiku kalah meyakini ini, jika ada
kata yang terangkai untuk hatiku mungkin itu adalah kata kalah. Aku kalah
dengan hatiku, karena hatiku meiyakan bahwa hatimu untuk orang lain. Sebenarnya
disetiap puncak doaku selalu ada namamu. Tapi beberapa hari ini aku hanya
berdoa agar kau mendapatkan yang terbaik. Aku tak sanggup dipuncak doaku
kusebutkan namamu untuk hatiku. Sebenarnya hatiku begitu sedih mengakui ini,
tapi dari semua sikap yang kau tunjukan dan dinding maya yang tak jua kau
muncul membuatku aku harus melakukan ini. Apa mungkin aku harus merelakanmu?
Jika kata merelakan itu sama dengan restu, pasti aku merestui agar kau
mendapatkan yang terbaik untuk hatimu.
Waktu
yang lalu sebelum aku menemukan hatiku meyakini hatimu milik orang lain aku
sungguh begitu rindu denganmu berharap banyak tentangmu. Berharap kau menulis
didinding maya kembali, kita berbagi cerita, tertawa dan berbagi kabar dan aku
sungguh merindukanmu. Tapi ketika hatiku meyakini hal itu, rasanya maapkanlah
aku aku mulai sedikit demi sedikit merasakan sakit dihati, mungkin begini ya
rasanya orang sakit hati, dan rasa rindu untukmu sedikit demi sedikit
menghilang dari dinding maya, sedikit demi sedikit rasa rindu yang begitu hebat
menghilang. Memang benar rindu ini masih ada tapi tidak sebesar yang dulu.
Sebenarnya aku masih berharap apa yang dikatakan hatiku salah.
Aku
tidak tahu apakah chapter ini akan menjadi chapter terakhir dalam cerita cinta
ini. Aku juga tidak tahu jika aku tahu kau mempunyai rasa untuk orang lain
apakah chapter ini akan berlanjut. Aku juga tidak tahu apa yang harus aku
lakukan jika semuanya aku tahu. Hingga pada akhirnya aku harus mengatakan bahwa
aku tidak bisa memastikan cerita cinta ini berhenti atau tidak.
Aku
berharap kita bahagia.
Selamat
pagi, malam
Kediri,
120814
0:28
am

Tidak ada komentar:
Posting Komentar
eits jangan lupa ya komentarnya
*Green Star*