Selasa, 12 Agustus 2014

Pangeran Bintang *10




Untuk pertama kali yang aku harus tulis kembali dari jeda panjang ini adalah mohon maap lahir dan batin atas semua kesalahanku. Selamat hari raya Idul Fitri 1435 H. Tidak terlambatkan jika harus kuucapkan sekarang. Aku berharap tidak ada yang menyalahkan tulisan ini jika baru sekarang aku mengucapkan.
 
Bulan ini sungguh istimewa, masih dalam suasana lebaran dan juga akan menyambut hari ulang tahun Pramuka dan hari ulang tahun RI. Sungguh indah bukan!! Mungkin karena akau takut jika hal kedepan aku tidak bisa menulis dalam jangka pendek, jadi aku harus mengucapkan selamat HUT Pramuka dan HUT RI.

Hari ini dan lebih tepatnya malam ini aku ingin banyak menulis tentang aku dan kamu. Hal pertama yang ingin aku bahas adalah tentang aku pada bulan ini pada hari ini pada rasa ini dan pada hati ini. Selanjutnya tentang kamu, kabar kamu tentang harimu, perasaanmu, hatimu dan antara aku dan kamu.

Bulan ini adalah bulan yang aku tunggu, bulan yang sangat aku tunggu karena kau tahu bulan ini adalah awal perkelanaanku kembali. Iya aku kembali berkelana mencari segudang ilmu aku ingin berjihad, berjihad yang sama artinya dengan mencari ilmu. Rasanya ada sedih dan bahagia. Dua rasa yang tidak akan pernah terpisahkan, dua rasa yang dialami hujan dan cinta. Dua rasa yang mempunyai makna seimbang. Dua rasa yang terjadi disetiap manusia.

Kesedihan yang aku alami adalah ketika aku harus berpisah dengan orang-orang yang paling berharga dalam hidupku. Orang-orang yang dengan sabar menemaniku, membimbingku dan mengajariku banyak hal. Aku masih ingat ketika untuk pertama kalinya dalam jangka yang panjang aku tinggal bersama mereka di rumah perdesaan itu adalah waktu ketika aku selesai menyelesaikan masa studiku diluar kota. Rasanya sungguh luar biasa yang mereka gunakan untuk memahamkan aku tentang hidup ini. Hingga akhirnya aku bisa beradaptasi dengan semua keadaan disini. Iya aku mulai merasa nyaman dan tenang. Tapi ketika rasa itu sudah kumiliki impian yang akan aku lalui sudah digenggamanku. Dan aku harus pergi lagi dari mereka. Aku pergi berkelana kembali mencari kepedihan yang berujung manis melebihi madu. Dengan ridhonya sungguh aku direstui dan restunya adalah restu Ilahi Ya Robb. Kesedihan itu hilang tatkala kebahagian muncul. Kebahagian yang aku dapat adalah mendapatkan restu dari mereka, kebahagian mencari kepahitan didunia yang akan berung manis, dan mendapatkan sesuatu yang baru ketika aku meninggalkan orang-orang disekelilingku dan aku meyakini dalam perkelanaanku aku mendapatkan gantinya yang akan menemaniku dan itu yang membuat bahagia.

Hati ini sungguh begitu senang tapi aku tidak ingin terlena dalam senang. Begitu banyak yang aku dapatkan hari-hari lalu. Menjadikan aku yang terbaik dan akan selalu belajar untuk menjadi lebih baik. Sungguh ruang yang disediakan olehNya begitu luar biasa. Rentang waktu yang hanya beberapa bulan tapi aku sungguh mendapatkan pelajaran hidup yang begitu istimewa. Rasa syukur ini aku hadiratkan kepadaNya yang telah memberikan isyarat dan menunjukkan sedikit demi sedikit rasa yang tidak aku mengerti bahkan tidak aku terima menjadi sebuah makna yang tersirat dan luar biasa. Ada rahasia dibalik semua kejadian yang diberikan kepadaku dan aku harus menjadi lebih baik lagi. Dan juga semoga Rosululloh memberikan syafaat kepada kita semua. Aaamiin


....
Chapter 10 ini aku tidak ingin memanggilmu dengan sebutan pangeran bintang. Aku ingin memanggilmu dengan sebutan kamu atau kau. Iya dengan sebutan “kamu atau kau”. Entah ini berlaku untuk hanya chapter ini atau beberapa chapter kedepannya atau seterusnya. Entahlah yang pasti saat ini aku tidak ingin menyebutkan itu.
 
Apa kabarmu? Aku berharap kamu selalu dalam lindunganNya, semoga selalu sehat. Bagaimana keadaanmu sehari-hari? Apakah aktivitasmu lancar? Aku berharap semua yang kamu lakukan diberikan kelancaran. Berharap disetiap harimu kau menjadi lebih baik lagi dan mendapatkan sesuatu yang baru untuk kau pelajari. Berharap harimu dilingkupi selalu kebahagian yang tiada tara. Bagaimana peraaanmu ketika kau bisa merayakan hari lebaran ditanah kelahiranmu? Aku berharap kau selalu senang dan bahagia. Begitu banyak doa indah yang aku panjatkan kepada dirimu berharap kau selalu dilingkupi dengan rasa bahagia. Dan aku sebenarnya juga masih berharap dalam setiap doaku selalu ada namamu yang aku sebut. Karena rindu ini masih ada berharap hatimu untukku.

Dalam waktu yang lama ketika aku belum kembali menulis kembali untukmu aku memikirkan sesuatu. Berharap semuanya dalam keadaan baik antara hatiku dan hatimu. Berharap hatimu bisa menerimaku dan hatiku meyakini penuh seperti lalu. Maapkan aku, selang waktu yang lama ini aku mulai ingin menjauh darimu. Mungkin karena aku sudah meyakini bahwa hatimu sudah memilki yang lain. Bahwa hatimu mendapatkan sesorang yang terbaik untukmu. Hatiku kalah meyakini ini, jika ada kata yang terangkai untuk hatiku mungkin itu adalah kata kalah. Aku kalah dengan hatiku, karena hatiku meiyakan bahwa hatimu untuk orang lain. Sebenarnya disetiap puncak doaku selalu ada namamu. Tapi beberapa hari ini aku hanya berdoa agar kau mendapatkan yang terbaik. Aku tak sanggup dipuncak doaku kusebutkan namamu untuk hatiku. Sebenarnya hatiku begitu sedih mengakui ini, tapi dari semua sikap yang kau tunjukan dan dinding maya yang tak jua kau muncul membuatku aku harus melakukan ini. Apa mungkin aku harus merelakanmu? Jika kata merelakan itu sama dengan restu, pasti aku merestui agar kau mendapatkan yang terbaik untuk hatimu.
Waktu yang lalu sebelum aku menemukan hatiku meyakini hatimu milik orang lain aku sungguh begitu rindu denganmu berharap banyak tentangmu. Berharap kau menulis didinding maya kembali, kita berbagi cerita, tertawa dan berbagi kabar dan aku sungguh merindukanmu. Tapi ketika hatiku meyakini hal itu, rasanya maapkanlah aku aku mulai sedikit demi sedikit merasakan sakit dihati, mungkin begini ya rasanya orang sakit hati, dan rasa rindu untukmu sedikit demi sedikit menghilang dari dinding maya, sedikit demi sedikit rasa rindu yang begitu hebat menghilang. Memang benar rindu ini masih ada tapi tidak sebesar yang dulu. Sebenarnya aku masih berharap apa yang dikatakan hatiku salah. 

Aku tidak tahu apakah chapter ini akan menjadi chapter terakhir dalam cerita cinta ini. Aku juga tidak tahu jika aku tahu kau mempunyai rasa untuk orang lain apakah chapter ini akan berlanjut. Aku juga tidak tahu apa yang harus aku lakukan jika semuanya aku tahu. Hingga pada akhirnya aku harus mengatakan bahwa aku tidak bisa memastikan cerita cinta ini berhenti atau tidak.

Aku berharap kita bahagia.

Selamat pagi, malam




Kediri, 120814
0:28 am

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

eits jangan lupa ya komentarnya
*Green Star*