Minggu, 07 September 2014

Pangeran Bintang *12


Biarkan aku bersama hujan, agar air mataku tak terlihat ketika merindukanmu

Kamu.. kamu dimana? Kenapa akhir-akhir ini perasaanku mulai kembali semakin merindukanmu. Tahukah kamu malam ini aku begitu merindukanmu. Entah apa yang terjadi dengan diriku rasanya aku ingin sekali kau berada disisiku mendengarkan semua yang terjadi dengan diriku. Betapa leganya ketika kau berada disampingku bersamaku karena kau ada untukku setidaknya ada orang yang mendengarkan cerita hatiku. Memang ada beberapa hal yang tidak aku ceritakan kepada semua orang dan ada beberapa hal yang ingin sekali aku ceritakan kepadamu bahkan tidak hanya beberapa hal tetapi banyak hal. Hatiku, hatiku merindukanmu.
 
Malam ini entah kenapa aku begitu sedih dan hanya ingin kau hibur. Seperti waktu-waktu lalu yang hanya kamu yang bisa menghiburku. Kamu, iya kamu, aku sungguh rindu kamu. Keluarlah menulislah didinding maya. Aku begitu sedih dan ingin menangis. Aku tidak membutuhkan yang lain aku hanya ingin kau muncul disampingku, dengarkanlah ceritaku, dengarkanlah, cukup dengarkanlah. Walau sebenarnya semua rasa sudah aku tumpahkan kepada Robbku. Tapi aku ingin kamu disampingku hanya disampingku. Hanya itu.

O.. Ya Alloh..

Salah satu yang aku lakukan ketika aku merindukannya dengan menulis ini. Alloh, pantaskah aku merindukannya. Kenapa aku bisa yakin bisa bertemu dengannya. Bisa yakin kelak aku bersapa lagi dengannya entah itu kapan. Jika itu benar Ya Alloh begitu bahagianya diriku. Tapi rahasiamu mana ada yang tahu? Selagi aku menunggu aku ingin lebih dekat denganmu dan selalu lindungi aku Ya Alloh.

Kamu..
 
Kenapa sekarang berbalik ya. Ketika kita dulu ditempat yang sama-sama jauh ditanah yang berbeda, kita bisa leluasa bertukar kabar dan cerita. Disaat kita sudah berada ditanah yang sama dan begitu dekat, kita semakin jauh bahkan aku tidak tahu kabarmu. Memang ini rahasiaNya. Tapi setidaknya berilah kabar agar aku tidak menunggumu. Jika kau yang aku tunggu mengerti aku akan merasa senang, tapi jikalau kamu yang aku tunggu ternyata tidak merasa aku tunggu bahkan sudah memiliki orang lain atau kau bersama orang lain apakah itu tidak menyakiti hatiku? Jika itu yang terjadi ya sudahlah paling tidak kau kelak hadir memberi kabar bahwa kau sehat entah kau bersama orang lain jua.

Sudahlah..

Sebenarnya hari ini hatiku sedih aku hanya ingin kau hadir disampingku mendengarkan cerita-ceritaku. Sudahlah.. sedih ini akan juga hilang dengan sendirinya. Bahkan ini sudah hilang karena aku menulis untukmu dan  seperti yang kau katakan “Hanya Alloh yang bisa membantuku” semoga Alloh selalu bersamaku..  aaamiin

Selamat malam kamu




Semarang, 270814
09:15 pm

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

eits jangan lupa ya komentarnya
*Green Star*