Aku
rindu bulan ini. Iya, bulan Juni. Tapi bulan Juni akan segera berakhir. Tapi
tetap rinduku juga semakin lebih ketika akan tiba bulan Ramadhan. Ramadhan
tiba, itu yang membuatku senang. Ramadhan ini aku sungguh bahagia. Bagaimana denganmu
pangeran bintang? Pasti juga sangat bahagiakan. Kita pernah berbagi cerita
bersama dibulan ramadhan. Kita pernah saling menyemangati hidup kita dibulan
ramadhan dan sekarang kita sudah sampai ditanah yang sama. Aku sungguh senang.
Rindu
ini masih menjadi milikmu pangeran bintang. Sebenarnarnya waktu yang tidak lama
ketika aku tidak menulis tentangmu aku berusaha untuk tidak merindukanmu.
Melupakan smua dan mengubur tentangmu tapi tetap kalah dengan rinduku padamu.
Kau tiba-tiba seperti bayangan yang selalu tersenyum didepanku. Akh, aku
benar-benar tidak bisa melupakanmu. Setiap malam aku selalu berdoa. Di puncak
doa selalu terselip namamu yang slalu ku ucapkan. Biarkan Alloh yang menjawab
smuanya. Ada jalan yang indah yang dibuat Alloh untuk kita. Tidak ada yang
kebetulankan di dunia ini. Semua Alloh yang mengatur, Alloh yang sudah
menggariskan. Bukankah kita harus bersyukur atas smua yang diberikan kepada
kita. Bukankah sesuatu yang indah itu tidak berlebihan. Seperti rasa ini, rasa
rindu, yang luar biasa yang tidak harus diungkapkan. Memaksa, bukankah Alloh
tidak menyukai seperti itu. Kali ini, tentangmu pangeran bintang, rasa rindu
ini akan aku simpan tanpa harus aku ungkapkan kepadamu langsung. Biarkan waktu
yang akan berbicara tentang kita. Jejak-jejak kita yang berada didinding maya
akan menjadi teman kita. Bukankah itu ridhoNya.
Apa
jadinya ketika merindu itu berbalas? Bukankah senangnya bukan main. Tapi rindu
ini biarlah rinduku, jika rasa rindu ini mempertemukan kita apa yang harus aku
lakukan? Apa jadinya aku, seperti anak kecilkah yang bersikap konyol, apa yang
harus aku lakukan. Biarlah begini, dengan menahan emosi tidak mengungkapkan
bukankah akan menjadi baik, menjadi bisa menata hati. Lagi pula hubungan yang
hanya diridhoi Alloh adalah suami istri. Bukankah lebih baik ketika sudah
terjadi ikatan yang halal. Semoga kita selalu dalam ridhoNya.
Begitu
senangnya hatiku, kau tiba-tiba hadir kembali didinding mayamu. Aku bisa
melihat gelagat senyummu, walau aku tak sepenuhnya tahu. Tapi paling tidak kau
sudah kembali didinding maya. Aku tersenyum didepan dinding maya, hatiku
sungguh senang. Hanya beberapa yang kau perbuat dan kau perlihatkan didinding
maya, itu cukup membuatku senang. Cukup menyimpan senyumku sendiri tidak untuk
kuperlihatkan pada dinding mayaku. Pangeran bintang sejenak hadirmu sungguh
membuatku tersenyum. Walau sekarang kau diam kembali didinding mayamu.
Besok
awal puasa, mungkin aku sedikit lama tidak menulis rinduku untukmu, iya
didinding-dinding maya ini. Biarkan aku merenungi lagi smua rindu ini. Biarkan aku
berfikir tentang ini dan akan kupasrahkan kepada Alloh. Bulan ini sungguh
mulia, jadi aku ingin lebih fokus bermunajat kepada Alloh. (Walau sehabis
tadarus nunggu liat bola heee..) Pasti kau juga tak ingin menyia-nyiakan
kesempatan dibulan ini kan. Semoga rindu ini terjawab olehNya. Biarkan aku dan
kau menjadi orang yang lebih baik. Semoga kau bisa mengajari aku banyak hal
yang tidak dan lupa kuketahui. Ingatkan aku.
Sudah
menyapamu malam ini hatiku sungguh senang. Slide klise kisah didindingmu sering
aku baca untuk pengobat rinduku. Semoga waktu yang tak lama lalu kau hadir dan kemudian
kau diam lagi, aku harap kau bisa menyalakan lentera didinding mayamu kembali. Iya,
aku masih rindu.
Kediri,
280691
22:59
pm

Tidak ada komentar:
Posting Komentar
eits jangan lupa ya komentarnya
*Green Star*