Sabtu, 28 Juni 2014

Pangeran Bintang *6



Aku rindu bulan ini. Iya, bulan Juni. Tapi bulan Juni akan segera berakhir. Tapi tetap rinduku juga semakin lebih ketika akan tiba bulan Ramadhan. Ramadhan tiba, itu yang membuatku senang. Ramadhan ini aku sungguh bahagia. Bagaimana denganmu pangeran bintang? Pasti juga sangat bahagiakan. Kita pernah berbagi cerita bersama dibulan ramadhan. Kita pernah saling menyemangati hidup kita dibulan ramadhan dan sekarang kita sudah sampai ditanah yang sama. Aku sungguh senang.
 
Rindu ini masih menjadi milikmu pangeran bintang. Sebenarnarnya waktu yang tidak lama ketika aku tidak menulis tentangmu aku berusaha untuk tidak merindukanmu. Melupakan smua dan mengubur tentangmu tapi tetap kalah dengan rinduku padamu. Kau tiba-tiba seperti bayangan yang selalu tersenyum didepanku. Akh, aku benar-benar tidak bisa melupakanmu. Setiap malam aku selalu berdoa. Di puncak doa selalu terselip namamu yang slalu ku ucapkan. Biarkan Alloh yang menjawab smuanya. Ada jalan yang indah yang dibuat Alloh untuk kita. Tidak ada yang kebetulankan di dunia ini. Semua Alloh yang mengatur, Alloh yang sudah menggariskan. Bukankah kita harus bersyukur atas smua yang diberikan kepada kita. Bukankah sesuatu yang indah itu tidak berlebihan. Seperti rasa ini, rasa rindu, yang luar biasa yang tidak harus diungkapkan. Memaksa, bukankah Alloh tidak menyukai seperti itu. Kali ini, tentangmu pangeran bintang, rasa rindu ini akan aku simpan tanpa harus aku ungkapkan kepadamu langsung. Biarkan waktu yang akan berbicara tentang kita. Jejak-jejak kita yang berada didinding maya akan menjadi teman kita. Bukankah itu ridhoNya.

Apa jadinya ketika merindu itu berbalas? Bukankah senangnya bukan main. Tapi rindu ini biarlah rinduku, jika rasa rindu ini mempertemukan kita apa yang harus aku lakukan? Apa jadinya aku, seperti anak kecilkah yang bersikap konyol, apa yang harus aku lakukan. Biarlah begini, dengan menahan emosi tidak mengungkapkan bukankah akan menjadi baik, menjadi bisa menata hati. Lagi pula hubungan yang hanya diridhoi Alloh adalah suami istri. Bukankah lebih baik ketika sudah terjadi ikatan yang halal. Semoga kita selalu dalam ridhoNya.

Begitu senangnya hatiku, kau tiba-tiba hadir kembali didinding mayamu. Aku bisa melihat gelagat senyummu, walau aku tak sepenuhnya tahu. Tapi paling tidak kau sudah kembali didinding maya. Aku tersenyum didepan dinding maya, hatiku sungguh senang. Hanya beberapa yang kau perbuat dan kau perlihatkan didinding maya, itu cukup membuatku senang. Cukup menyimpan senyumku sendiri tidak untuk kuperlihatkan pada dinding mayaku. Pangeran bintang sejenak hadirmu sungguh membuatku tersenyum. Walau sekarang kau diam kembali didinding mayamu.

Besok awal puasa, mungkin aku sedikit lama tidak menulis rinduku untukmu, iya didinding-dinding maya ini. Biarkan aku merenungi lagi smua rindu ini. Biarkan aku berfikir tentang ini dan akan kupasrahkan kepada Alloh. Bulan ini sungguh mulia, jadi aku ingin lebih fokus bermunajat kepada Alloh. (Walau sehabis tadarus nunggu liat bola heee..) Pasti kau juga tak ingin menyia-nyiakan kesempatan dibulan ini kan. Semoga rindu ini terjawab olehNya. Biarkan aku dan kau menjadi orang yang lebih baik. Semoga kau bisa mengajari aku banyak hal yang tidak dan lupa kuketahui. Ingatkan aku.

Sudah menyapamu malam ini hatiku sungguh senang. Slide klise kisah didindingmu sering aku baca untuk pengobat rinduku. Semoga waktu yang tak lama lalu kau hadir dan kemudian kau diam lagi, aku harap kau bisa menyalakan lentera didinding mayamu kembali. Iya, aku masih rindu.


Kediri, 280691
22:59 pm

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

eits jangan lupa ya komentarnya
*Green Star*