Sabtu, 21 Juni 2014

Pangeran Bintang *2



Aku masih disini di kota ini, dengan cuaca yang tak begitu panas. Jadi terasa teduh jika aku harus keluar rumah. Bagaimana dengan langit di kotamu? Apakah sama atau berbeda?? Bagaimana keadaanmu di kota itu? Bagaimana perasaanmu ketika kau kembali ke kotamu? Akh, sungguh banyak pertanyaanku jika aku diperkenankan untuk ngobrol denganmu. Tapi lagi-lagi aku tidak berani. Biarlah rasa ini begini. Biarlah begini, aku rasa ini indah walau tidak harus mengerti jadi aku sungguh leluasa mengungkapkan rasa ini. Mungkin jika kita bertegur sapa, mungkin saja aku diam dan mungkin aku seperti anak kecil yang tidak tahu memposisikan diri karena begitu senangnya aku bisa bertegur sapa denganmu. Tapi lagi-lagi aku suka dengan begini lebih indah dan lebih nyaman.
 
Memang jodoh sudah ditetapkan oleh Alloh pada Lauhul Mahfudz. Jika kita berjodoh pasti kita bertemu dan aku meyakini itu. Seberapapun jarak itu, akan menjadi dekat jika memang berjodoh.

Kita memang jauh, tapi aku sungguh merasa aku dekat denganmu. Lewat dinding mayamu aku bisa tahu tentangmu, tidak tahu rasa rindu ini juga yang membuat dekat. Menulislah kembali didinding mayamu itu agar aku tahu apa yang terjadi denganmu. Aku masih mengagumimu pangeran bintang.

Orang tua mana yang tidak bertanya jika putri bungsunya tidak pernah lagi menceritakan seorang laki-laki. Iya, kau tahu pangeran bintang ibuku menanyakan perasaanku kembali. Adakah orang yang aku sukai sekarang? Lagi-lagi aku hanya tersenyum dan diam. Aku tidak berani mengungkapkan perasaanku yang hasilnya nihil. Jika aku bercerita aku rindu dan kagum denganmu sedangkan aku belum pernah berjumpa dengamu lagi. Rasanya itu sungguh aneh!! Jadi kali ini, lagi-lagi aku mengacuhkan pertanyaan seorang ibu.

Tapi kau tahukan pangeran bintang seorang ibu itu punya rasa sabar yang luar biasa dan selalu memotivasi dan memihak anaknya dalam keadaan yang membuat anaknya lemah. Pangeran bintang, ibuku seperti itu. Mungkin juga ibumu seperti itu. Mungkin waktu dekat ini akan aku beranikan diri untuk bercerita tentangmu. Aku yakin beliau mengerti tentang rasa ini.

Lagi-lagi aku lupa siapa aku dan siapa kamu pangeran bintang??

Aku belajar banyak darimu. Semoga langit dikotaku sama dengan dikotamu.

Kediri, 190614
12:19 pm

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

eits jangan lupa ya komentarnya
*Green Star*