Aku masih disini di kota ini, dengan cuaca
yang tak begitu panas. Jadi terasa teduh jika aku harus keluar rumah. Bagaimana
dengan langit di kotamu? Apakah sama atau berbeda?? Bagaimana keadaanmu di kota
itu? Bagaimana perasaanmu ketika kau kembali ke kotamu? Akh, sungguh banyak
pertanyaanku jika aku diperkenankan untuk ngobrol denganmu. Tapi lagi-lagi aku
tidak berani. Biarlah rasa ini begini. Biarlah begini, aku rasa ini indah walau
tidak harus mengerti jadi aku sungguh leluasa mengungkapkan rasa ini. Mungkin
jika kita bertegur sapa, mungkin saja aku diam dan mungkin aku seperti anak
kecil yang tidak tahu memposisikan diri karena begitu senangnya aku bisa
bertegur sapa denganmu. Tapi lagi-lagi aku suka dengan begini lebih indah dan
lebih nyaman.
Memang jodoh sudah ditetapkan oleh Alloh pada
Lauhul Mahfudz. Jika kita berjodoh pasti kita bertemu dan aku meyakini itu.
Seberapapun jarak itu, akan menjadi dekat jika memang berjodoh.
Kita memang jauh, tapi aku sungguh merasa aku
dekat denganmu. Lewat dinding mayamu aku bisa tahu tentangmu, tidak tahu rasa
rindu ini juga yang membuat dekat. Menulislah kembali didinding mayamu itu agar
aku tahu apa yang terjadi denganmu. Aku masih mengagumimu pangeran bintang.
Orang tua mana yang tidak bertanya jika putri
bungsunya tidak pernah lagi menceritakan seorang laki-laki. Iya, kau tahu
pangeran bintang ibuku menanyakan perasaanku kembali. Adakah orang yang aku
sukai sekarang? Lagi-lagi aku hanya tersenyum dan diam. Aku tidak berani
mengungkapkan perasaanku yang hasilnya nihil. Jika aku bercerita aku rindu dan
kagum denganmu sedangkan aku belum pernah berjumpa dengamu lagi. Rasanya itu
sungguh aneh!! Jadi kali ini, lagi-lagi aku mengacuhkan pertanyaan seorang ibu.
Tapi kau tahukan pangeran bintang seorang ibu
itu punya rasa sabar yang luar biasa dan selalu memotivasi dan memihak anaknya
dalam keadaan yang membuat anaknya lemah. Pangeran bintang, ibuku seperti itu.
Mungkin juga ibumu seperti itu. Mungkin waktu dekat ini akan aku beranikan diri
untuk bercerita tentangmu. Aku yakin beliau mengerti tentang rasa ini.
Lagi-lagi aku lupa siapa aku dan siapa kamu
pangeran bintang??
Aku belajar banyak darimu. Semoga langit
dikotaku sama dengan dikotamu.
Kediri, 190614
12:19 pm

Tidak ada komentar:
Posting Komentar
eits jangan lupa ya komentarnya
*Green Star*