Semula aku tak mengerti dengan semua perasaan
ini. Tiba-tiba ada rindu yang menyelinap dilubuk hatiku untuk seseorang. Kau
tahu siapa orang itu? Aku pun sebenarnya tak begitu banyak mengetahui
tentangnya. Hanya lewat dinding-dinding maya aku mengetahui tentangnya. Tidak
lebih!!
Sebenarnya, mungkin dahulu aku pernah bertemu
dengannya, tetapi hanya sebatas tahu. Tapi lewat dinding-dinding maya aku mulai
tahu dan mengenalnya. Dari mengenalnya yang hanya lewat sebuah dinding maya
tiba-tiba ada rasa rindu yang menyelinap untuknya. Rasa rindu yang tiba-tiba
hadir ketika dia belum hadir kembali menulis indah diayat-ayat dindingnya. Aku
sungguh merindukannya.
Aku menyebutnya pangeran bintang. Mungkin
karena aku menyukai bintang. Aku rasa nama bintang cukup berarti ketika aku
sematkan untuknya. Karena bintang bisa menyinari disetiap gelapnya dunia.
Mungkin begitu juga dia. Dia sungguh memukauku disetiap sudut tulisannya
didinding mayanya. Secara tidak langsung aku mulai menjadi pengangumnya. Walau
sebenarnya yang pantas untuk dikagumi itu adalah nabi besar kita Muhammad SAW.
Tapi aku kira Alloh mengerti aku tak
sadarkan diri hingga aku terkagum padanya.
Pangeran bintang!! Apa kabarmu? Akh kalimat
usang yang akan aku tanyakan padamu?? Tapi tidak tahu kenapa aku tidak berani
berkata kepadamu. Entah ada hal apa, tapi yang jelas aku tidak ingin merusak
indahnya dinding mayamu. Kau tahu pangeran bintang, setiap aku merindukanmu aku
hanya berani memandangi fotomu dan membaca ayat-ayat dindingmu karena tak cukup
nyali aku bersapa padamu. Walau dulu kita sering bersapa.
Pangeran bintang. Apakah kau tahu caranya
menahan sebuah rindu?? Jika kau tahu beritahu aku. Aku menemukan caranya ketika
rindu itu datang disamping membaca ayat-ayat Al-Qur’an dan bersujud ditengah
malam adalah dengan melihat dinding-dinding mayamu dan menulis sebuah puisi
untukmu.
Kau tahu rasa rindu itu tidaklah hidup, rasa
rindu itu bukan sebuah makhluk jadi ketika rasa rindu itu datang entah
bagaimanapun tidak bisa dimusnahkan. Rindu yang secara tak sopan memasuki ruang
bawah sadarku sehingga sering aku bermimpi tentangmu. Dan memikirkanmu membuat
rasa rindu itu terus tertimbun dibawah alam sadarku.
Aku berharap kau kembali menghias ayat-ayat
indah didinding mayamu agar aku mampu melunakkan rasa rindu ini dan membuatku
berfikir kamu baik-baik saja.
Kediri, 190614
11:50 am

Tidak ada komentar:
Posting Komentar
eits jangan lupa ya komentarnya
*Green Star*