Jumat, 27 September 2013

AYAH Part 1

Nisa yang berarti perempuan, Nisa adalah nama pemberian Ibunya yang sudah meninggal ketika melahirkan dia. Nisa tinggal dengan seorang Ayah yang dia sangat sayangi. Ayahnya bekerja disebuah toko kue yang tidak jauh dengan rumahnya, Ayahnya juga sangat menyayangi Nisa. Bagi Ayahnya cukup hidup dengan Nisa dia bahagia. Karena Nisa mengingatkan kepada istirinya yang sudah meninggal, sehingga dia tidak merasa kesepian. 

Nisa duduk dibangku SMA, pulang dari sekolah pukul 15.00 WIB dan Ayahnya pulang kerja sekitar pukul 17.00 WIB tetapi biasanya Ayah Nisa pulangnya setelah sholat magrib di toko kue. Ayahnya selalu menyiapkan semua kebutuhan Nisa. Setiap pagi dan malam Ayahnya selalu memasak makanan untuk Nisa dan Nisa selalu membantu Ayahnya membersihkan rumah sebelum berangkat ke sekolah dan sesudah pulang sekolah.

Suatu ketika pulang kerja Ayahnya mencari Nisa. Seperti biasa ketika langkah kaki Ayahnya didepan pintu, Nisa langsung bergegas ingin mencium tangan Ayahnya. Tetapi malam itu tidak ada suara dari Nisa dan tidak ada orang di rumah itu. Ayahnya mencari setiap sudut ruang rumahnya. Baginya tidak melihat Nisa sebentar saja hati Ayahnya seperti berdetak beradu dengan detak jam. Setelah mencari kesana kemari di rumahnya Ayah Nisa menemukan kertas surat yang ditulis Nisa untuk Ayahnya. Sang Ayah membacanya...


Untuk Ayahku tersayang

Ayah maapkan Nisa, Nisa tidak pernah bercerita dengan Ayah kalau Nisa menyukai sesorang yang Nisa cintai. Aku takut Ayah marah, karena Ayah begitu menyayangiku sedangkan orang yang aku sayangi orang yang tidak baik dimata masyarakat. Ayah, dia cinta pertamaku. Aku tidak pernah merasakan cinta seperti ini, aku sangat ingin bersamanya selamanya. Aku ingin hidup bersama dengan orang yang aku cintai yah.. Mungkin pikiran Ayah aku buta karena telah mencintainya...

Tenanglah Ayah.. dia sangat baik terhadapku... Apa yang aku minta selalu dia berikan, Dia orang yang kuat badannya yah... Dia sering memukul orang-orang yang tidak menyukainya. Dia orang yang menyukai seni, dibadannya banyak ukiran yang indah tergambar rapi membungkus tubuhnya "kalau orang biasanya menyebut tato yah". Yah cara bicaranya membuat semua orang harus melihatnya, dengan suara yang lantang dan berkoar-koar yang membuat aku terpukau. Yah... Dia tidak bertempat tinggal di satu tempat, tinggalnya berpindah-pindah karena banyak orang yang mencari dia. Dia jarang keluar masuk hotel prodio (penjara)mungkin sudah 12x yah dia dicari orang-orang karena mempunyai hutang yang banyak. Tapi Ayah aq sangat mencintai dia.

Ayah jangan marah ya, kalau sekarang aku sedang mengandung anaknya empat bulan. Aku ingin menikah dengannya atas restu Ayah. Ayah Nisa tidak ingin menggugurkan anak ini yah. Ayah, Nisa sekarang ingin pergi dengan dia dan ingin hidup berdua dengannya. Ayah maapkan Nisa ya.. Nisa tahu Ayah sangat menyayangi Nisa. Nisa tahu Ayah akan berkorban apapun demi Nisa. Nisa cuman minta satu pada Ayah... Ayah jangan marah kepada Nisa ya yah atas perbuatan Nisa, Nisa minta maaf..

(Si Ayah menghela nafas panjang, tanpa disadarinya air matanya mengalir deras.. dan tak sadar Ayahnya bersimpuh dilantai dan menahan semua emosi, bersikap sabar membaca setiap kata demi kata dan melanjutkan membaca surat Nisa)

Ayah, sengaja Nisa tidak berbicara langsung dengan Ayah takut Ayah marah...
Nisa hanya bisa menulis surat ini untuk Ayah...
Ayah masih ingatkan Nisa cuman minta satu kepada Ayah..

Ayah jangan marah kepada Nisa ya yah atas perbuatan Nisa, Nisa minta maaf


Pasti dalam hati Ayah, Ayah tidak ingin mempunyai anak seperti itu.. Maka Nisa menulis surat ini... Ayah tolong dibaca lagi surat selanjutnya.... Sekarang Nisa ada di luar menunggu restu Ayah....

Dari Nisa, Putri Ayah

Setelah membaca surat dari putri kesayangannya Ayahnya langsung mengambil surat berikutnya dan membacanya.....
Dalam hati sang Ayah "Ibaratnya tidak semua yang berkilau itu emas, karena didepannya suatu yang berharga melebihi emas yaitu kau Putriku".

 Tanpa berfikir panjang sang Ayah berlari keluar rumah menangis tersedu-sedu mencari sang putri. Dan dia menemukan putrinya yang sedang tengah bermain dengan temannya di rumah tetangga.
Sang Ayah langsung memeluk Nisa dan mengatakan "sebesar apapun kesalahanmu Ayah tetap menyayangimu karena surat kedua yang Ayah terima membuat hati Ayah lega, karena kamu putri Ayah dan Ayah tidak akan pernah marah kepada Nisa hanya karena nilai kamu jelek, Ayah dipanggil ke sekolah dari pada Nisa menjadi seperti yang ada di surat pertama"
Nisa tersenyum sambil mengatakan: maapkan Nisa ya Ayah, Nisa bohong kepada Ayah agar Nisa tidak dimarahi karena nilai Nisa jelek dan Ayah dipanggil ke Sekolah... sambil tertawa Nisa mengatakan lebih baik nilai jelekkan yah dari pada seperti surat pertama... heheeeee

Si Ayah tersenyum dan mencium keningnya..

Ayah mengajak Nisa pulang, dan dalam perjalanan pulang Ayah mengatakan Ayah sangat menyayangimu... Jadilah putri kecil Ayah yang Ayah banggakan ya Nisa...
Pasti Ayah... Aku bakal banggain Ayah.... jawab Nisa
Sesampainya rumah mereka makan bersama... dan menjalani kehidupan seperti biasanya.. Ayah dan anak yang selalu menyayangi.



Semoga cerita ini bermanfaat.. Bahwa Seorang Ayah yang terlihat tegar dalam diamnya selalu memikirkan anaknya... Jadilah anak yang berbakti kepada orang tua kita.

Semoga Alloh memberkahi kita semua.. aaamiin





Tidak ada komentar:

Posting Komentar

eits jangan lupa ya komentarnya
*Green Star*